Margarine, Mentega, dan Butter

Apakah Anda masih bingung dalam membedakan margarin, mentega, dan butter ?

https://jateng.tribunnews.com

Bagi Anda yang masih awam dan belum familiar dengan bahan kue dan roti, istilah margarine mungkin sama saja dengan mentega. Banyak dari kita yang menyebutkan produk-produk margarin adalah sama seperti mentega, atau produk-produk mentega sama seperti margarin.

Sebenarnya, margarin dan mentega keduanya dapat dipakai dalam pembuatan roti. Meskipun demikian, margarin dan mentega adalah dua hal yang berbeda, meskipun biasanya cara penggunaannya sama.

Adapun fungsi margarine dan butter secara umum adalah menahan air, memperhalus tekstur (sehingga memudahkan pemotongan), mempengaruhi volume (menambah jumlah adonan), dan menambah aroma (Materi Edukasi Sriboga Customer Center, 2015).

Pemakaiannnya harus sama atau lebih sedikit dari jumlah kuning telur (dalam resep). Cara penggunaan bisa dicairkan atau dikocok terlebih dahulu. Bila penggunaan margarine > 200 gram, disarankan pengocokan agar adonan tidak terlalu cair.

Mentega dan margarin tampilannya nyaris sama, berwarna kuning dan pekat. Ada yang teksturnya lembut, ada pula yang kaku seperti sabun batangan. Ada yang dibungkus kertas aluminium atau plastik, ada juga yang dikemas dalam mangkuk atau kaleng. Apa sebenarnya perbedaan kedua produk ini? Mana yang lebih sehat? (KOMPAS.com)

Pada dasarnya, mentega dan margarin memiliki jumlah kalori yang sama. Mentega biasanya mengandung lemak alami dan beragam manfaat nutrisi lainnya, seperti vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam air. Manfaatnya antara lain untuk menguatkan tulang dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Namun  untuk menentukan mana yang lebih sehat, Anda perlu mengetahui kandungan lemak dari keduanya.

  1. Margarin

adalah bahan masakan yang terbuat dari minyak atau lemak tumbuh-tumbuhan, biasanya disebut lemak nabati. Margarin ini memiliki tekstur yang lebih kaku daripada mentega. Hal ini membuat margarin lebih tahan jika diletakkan di suhu ruangan dan tidak mudah meleleh. Margarin memiliki warna kuning yang terang. Margarin juga memiliki kandungan lemak baik, yang lebih banyak daripada lemak jenuh atau kolesterol jahat yang biasa terkandung pada unsur hewani.

Contoh Margarine :

Simas, Blue Band, Forvita, Filma, Palmia, Malinda, Palmboom, Trully, Alotusa dll.

  1. Mentega (Butter)

adalah bahan masakan yang terbuat dari minyak atau lemak hewan, biasanya disebut lemak hewani. Hewan yang diambil lemaknya sendiri bermacam-macam, ada sapi ataupun babi (ini yang harus diperhatikan oleh konsumen). Namun, di negara mayoritas muslim di Indonesia biasanya mentega yang paling banyak beredar adalah mentega lemak sapi. Mentega bertekstur sangat lembut. Sehingga ia tidak tahan pada suhu ruangan dan cepat meleleh. Warna dari mentega adalah kuning pucat.

Mentega dibuat dari lemak hewan dan memiliki kandungan kolesterol diet maupun lemak jenuh yang tinggi. Kolesterol sebenarnya diperlukan untuk perkembangan otak, elastisitas sel, dan usus yang sehat. Namun, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi membuat mentega tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tetapi juga kolesterol jahat (LDL). LDL inilah yang biasanya menyumbat arteri, dan menyebabkan penyakit jantung. Menurut petunjuk makan sehat, kita sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 10 persen kalori total seperti lemak jenuh (http://female.kompas.com).

Contoh Mentega (Butter) :

Wysman, Elle, Anchor, Hollman, Triangle, Golden Churn, dll.

Tips :

  • Pilihlah produk yang sudah berlabel HALAL.
  • Untuk keaslian produk, beli kemasan ASLI (bukan curah).
  • Selalu tanyakan merk asli dari margarine/mentega curah yang Anda beli.
  • Ada beberapa merk yang mengeluarkan produk mix dari margarine dan mentega (orchid, gold bullion, dll)
  • Ada HARGA ada RASA.

Selamat Mencoba. Happy Baking !

Jenis Jenis Tepung Terigu

Kata tepung terigu tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Kita bahkan menjumpainya hampir di konsumsi makanan keseharian kita.

Bagi Anda yang hobi memasak atau membuat kue, membedakan jenis tepung terigu tentu sudah biasa. Namun bagi seorang pemula, mungkin masih sedikit mengalami kesulitan untuk membedakan jenis tepung terigu yang sesuai dengan penggunaannya.

Tepung Terigu adalah suatu jenis tepung yang terbuat dari jenis biji-bijian yaitu gandum, dimana bii-bijian tersebut sampai saat inimasih diimpor dari beberapa negara seperti Australia, Canada, dan Amerika (Materi Edukasi Sriboga Customer Center, 2015).

Secara umum jenis tepung terigu yang ada di pasaran saat ini bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

  1. Tepung terigu protein tinggi (kandungan protein 12%-14%)
  2. Tepung terigu protein sedang (kandungan protein 10,5%-11,5%)
  3. Tepung terigu protein rendah (kandungan protein 8%-9%)

Dalam hal ini kandungan protein dalam suatu tepung terigu menentukan jumlah gluten-nya. Semakin tinggi kandungan protein dalam tepung terigu, maka semakin tingi jumlah gluten-nya. Hal tersebut akan berpengaruh pada sifat kenyal dan elastis tepung.

PROTEIN  >>  GLUTEN >>  ELASTISITAS

Nah, bagi Anda yang masih bingung, kandungan protein yang dimaksud di atas biasanya sudah tercantum pada kemasan yang kita punya. Coba dicek secara teliti. Biasanya pada kemasan akan tertera kandungan  x % (untuk satu bungkus tepung terigu) atau  x gr (untuk 100 gr tepung terigu). Dan biasanya kandungan nilaiprotein pada tepung terigu tercantum dalam satuan gram.

  1. Tepung Terigu Protein Tinggi

Jenis tepung ini biasa digunakan dalam pembuatan berbagai jenis roti dan mie. Mengapa ? Karena dengan kandungan protein yang tinggi, tentu saja kandungan proteinnya juga semakin banyak, sehingga elastisitas (kekenyalan) semakin besar. Sifat inilah yang terdapat pada roti dan mie.

Contoh  : Cakra, Gerbang, Tali Emas, Kerang, Kompas, Double Zero, Hyme, dll

  1. Tepung Terigu Protein Sedang

Jenis tepung ini biasa digunakan untuk membuat cake/bolu/sponge. Dengan kandungan protein sedang, jenis tepung ini masih bisa digunakan untuk membuat roti maupun kue kering, yang biasanya menggunakan terigu protein tinggi untuk roti, dan terigu protein rendah untuk kue kering. Oleh karena itulah jenis terigu protein sedang ini biasa juga disebut terigu serbaguna.

Contoh : Segitiga Biru, Beruang Biru, Mila, Jade, Falcon, dll

  1. Tepung Terigu Protein Rendah

Jenis tepung terigu ini biasanya digunakan dalam pembuatan kue kering. Mengapa ? Karena jenis kue ini memang tidak harus menjadi besar (mengembang).

Contoh : Kunci Biru, Pita Merah, Lencana Merah, Teko Merah, Zircon, dll

Tips :

  • Pilih tepung terigu yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilih tepung terigu yang secara fisik masih bagus (tidak kotor, tidak berkutu, tidak berbau apek)
  • Pilih yang tanggal produksinya belum terlalu lama (tanggal expire masih lama).