Multilevel Marketing (MLM) Bisnis Menggiurkan !

Saya bukanlah pakar ekonomi. Saya menulis tema ini, adalah wujud kepedulian dan kegelisahan saya kepada saudara-saudara muslim, bahwa dalam ISLAM, kita mesti sangat berhati-hati dalam bermuamalah, khususnya jual beli.

KENAPA ?

Yang patut menjadi catatan kita adalah, HALAL dan HARAM apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita. Jika yang masuk halal, apa yang bakal dihasilkan dari sari makanan adalah hal-hal baik, begitu juga sebalikknya. Jadi, sebaik-baik makanan adalah makanan yang diperoleh dengan cara yang halal. Apa yang kita makan, apa yang kita pakai, apa yang kita peroleh dengan cara yang halal adalah berkah dan anugerah terbaik, karena memberikan dampak positif dan berkah bagi yang berhati-hati dengan hal ini.

Jika Anda masih sangat ragu, silahkan analisa dan cermati orang-orang yang masih berkutat dengan hal-hal yang saya sebutkan di atas.

Saya sekedar tahu tentang MLM sebenarnya sudah lama, namun tidak begitu mengetahui hukumnya dalam Islam. Yang saya tahu soal MLM, kita mesti cari member, kejar target, meeting-meeting, dan belanja produk. Dengan hal-hal target saya memang tidak terlalu tertarik.

Secara tidak saya sengaja, saya pernah melamar pekerjaan pada sebuah distributor susu dan produk makanan, ternyata belakangan saya tahu perusahan induk yang saya masuki adalah MLM. Saya memang tidak lama disitu, karena ada tawaran pekerjaan yang lain. Namun yang saya tahu, produk organik perusahaan yang saya masuki dulu, saya akui bagus. Saya bisa menilai, karena sedikit mengetahui tentang produk pertanian.

Produk MLM yang kedua, yang juga tidak sengaja saya ikuti adalah biro umroh dan haji. Karena saya sangat tertarik untuk bisa memberangkatkan umroh anggota keluarga, akhirnya saya mendaftar juga. Sebelum mendaftar, sebenarnya saya ragu-ragu, saya sempat menanyakan kepada senior di perusahaan tersebut, namun beliau menjawab : “ ini bukan MLM ”. Seiring berjalannya waktu, ternyata perusahaan ini bermasalah juga dengan status MLM. Waduh ! saya udah DP waktu itu !

Sebagai ibu-ibu yang gemar belanja peralatan rumah tangga, Anda dan saya pun sangat tertarik dengan harga member, harga murah, diskon, dll. Tahun lalu saya sempet daftar ke temen sebuah perusahaan distributor perlengkapan rumah tangga yang cukup ternama, ujung-ujungnya di ajak meeting-meeting. Maksud hati pengen dapat harga murah, malah kecemplung lagi di MLM.

Semoga Allah SWT mengampuni saya dan keluarga. Menjauhkan kami dari segala hal yang haram dan tidak di ridhai. Amin.

Secara garis besar Multilevel Marketing (MLM) adalah sebuah sistem penjualan langsung, dimana barang di pasarkan oleh para konsumen langsung dari produsen. Para konsumen yang sekaligus memasarkan barang mendapat imbalan bonus. Bonus tersebut diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang di atur (Dr. Husen Syahrani, AtTaswiq AtTijary wa Ahkamuhu fil Fiqhal Islami –  Marketing dalam Tinjauan Fikih – hal 502) *

Memang ada dua pendapat tentang hal tersebut.

  1. MLM hukumnya boleh (mubah)
  2. MLM hukumnya tidak boleh (haram)

Mari bersama-sama kita renungkan, tanyakan pada hati nurani yang terdalam  …

Para ulama dan pakar menyatakan bahwa :

Sistem MLM termasuk muamalat yang diharamkan karena tujuan orang yang bergabung adalah bonus dan bukan barang. Terkadang bonus mencapai ribuan Riyal sedangkan harga barang hanyalah ratusan Riyal.

Setiap orang yang berakal bila ditawarkan pilihan barang dan bonus pasti akan memilih bonus. Oleh karena itu yang menjadi jargon perusahaan MLM menarik orang untuk membeli produknya adalah besarnya bonus yang dijanjikan sebagai imbalan harga barnag yang tidak seberapa bila dibandingkan bonus yang akan di peroleh.

Benar gak ?

Trus, mengapa diharamkan ? Diharamkan karena :

  1. Sistem MLM mengandung unsur riba fadhl dan nasi’ah.
  2. Sistem MLM mengandung unsur gharar (spekulasi) yang diharamkan syariat.
  3. Sistem MLM mengandung unsur memakan harta manusia dengan cara yang batil.
  4. Sistem MLM mengandung unsur penipuan, menyembunyikan cacat, dan pembohongan publik.

Kemudian perlu diingat juga, MLM diharamkan bukan karena produknya akan tetapi karena system pemasarannya. Maka apapun jenis produk yang dipasarkan dengan system MLM, sekalipun produknya adalah halal (islami), tetaplah hukumnya juga haram.

Jadi, gimana dengan Anda sekarang ? Masih tertarik dengan bisnis MLM ?

Tips :

  • Pilihlah produk yang sudah berlabel halal (terutama makanan/minuman).
  • Belilah produk yang Anda butuhkan dengan cara yang HALAL (wajar)

 

 

* Sumber : Dr. Erwandi Tarmizi, MA., Buku Harta Haram Muamalat Kontemporer (Cetakan ke-19), Hal 353 – 362

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *